Oknum ASN Di OKI Diduga Pukul Anak Dibawah Umur, Ini Klarifikasi Terduga EM

Halokantinews.com.OKI – Seorang Ibu Rumah Tangga berinisial EM yang Kesehariannya bekerja sebagai ASN di Pemkab OKI diduga melakukan pemukulan terhadap seorang anak tetangganya sebut saja “Boy” yang merupakan teman dekat anaknya sendiri. Peristiwa pemukulan yang terjadi pada hari Rabu (25/3/2026) sekira pukul 16:30 WIB lalu mengakibatkan korban mengalami memar dibagian tangan yang diduga akibat dipukul terduga pelaku dengan memakai gagang sapu.

Kejadian tersebut sempat viral menjadi sorotan serius dari masyarakat yang mengira oknum EM melakukan perbuatan tersebut karena disengaja, bahkan yang bersangkutan telah dipanggil oleh atasannya untuk mengetahui peristiwa yang sebenarnya.

Klarifikasi Terduga Pelaku EM Terkait Pemberitaan yang Viral

Terkait peristiwa tersebut dan pemberitaan diberbagai media sebelumnya seperti memojokkan dan merugikan dirinya yang seolah-olah kejadian di jam kerja dan perbuatan seperti disengaja serta tanpa ada itikad baik terhadap korban maupun keluarga korban, akhirnya terduga pelaku EM angkat bicara atau memberikan klarifikasi melalui media ini sebagai berikut :

1. Peristiwa pemukulan tersebut memang benar adanya, namun tidak ada niat apalagi suatu kesengajaan apalagi membuat si anak (korban) mengalami trauma dan menyebabkan luka memar. Semua itu dilakukan semata-mata dengan niat untuk mendidik yang bersangkutan agar si anak (korban) yang kesehariannya bermain bersama anaknya agar menghormati orang tua dan tidak lagi mengulangi perbuatannya yang kerap kali lewat memanggil nama saya dengan sebutan “E” dengan berteriak teriak, sementara saya lebih tua dan merupakan ibu dari temannya korban. Selain itu, kalau anak saya tidak mau bermain dengan si korban, rumah dan mobil yang terparkir terkadang jadi sasaran lemparan batu dari si korban sembari berteriak keras memanggil nama saya tanpa ada etika terhadap orang yang lebih tua

Baca Juga :  Kontroversi Pemenang Lomba Midang Bebuke Morge Siwe Tahun 2025, Diduga Juri Tidak Netral dan Pemenang Lomba Titipan

“Jadi tidak ada maksud dan niat saya untuk menyakiti si anak (korban) apalagi sampai terluka, karena ianya (korban) merupakan teman dekat anak saya yang sudah bertahun-tahun selalu bermain bersama, adapun kejadian tersebut karena suatu kekhilafan dan bukan disengaja.”

Terkait masalah sepeda ditahan, itu tidaklah benar, sepeda itu sengaja dimasukkan kedalam rumah, karena setelah kejadian, korban langsung pulang dan meninggalkan sepedanya begitu saja, takut kalau hilang diambil orang makanya saya masukkan kedalam rumah, dan setelah kejadian itu juga, sepeda saya serahkan ke keluarga korban;

2. Setelah kejadian, memang benar orang tua korban mendatangi rumah saya untuk klarifikasi terhadap kejadian tersebut, dan sudah disampaikan hal tersebut bukanlah disengaja melainkan suatu kekhilafan dan semata mata untuk membuat si anak (korban) agar menghormati orang tua, dan sudah kita sampaikan permohonan maaf secara langsung saat itu kepada orang tua dan atau keluarga orang tua korban saat itu;

3. Terkait dikatakan bahwa saya tidak mempunyai itikad baik untuk minta maaf kepada korban maupun orang tua korban.

Itu tidaklah benar, bahkan setelah kejadian sore itu, malam harinya, saya bersama Kepala Lingkungan 6 Kelurahan Jua-jua pak Basman bersama Ibu RT 10, Nana langsung pergi ke rumah orang tua atau keluarga orang tuanya yang tidak jauh dari rumah yang berjarak lebih kurang 100 meter dari rumah;

4. Kemudian di hari Kamis tanggal 26 Maret 2026 saya sudah sampaikan melalui RT atau Kepala Lingkungan bahwa saya bersama keluarga atau kerabat akan kembali bersilaturahmi kerumah keluarga atau orang tua korban pada hari Kamis malam Jum’at tanggal 26 Maret 2026 sebagai itikad baik dan agar kejadian tersebut selain untuk dimaafkan juga untuk tidak diperpanjang apalagi sampai keranah hukum dan berharap diselesaikan baik-baik secara kekeluargaan, namun pihak keluarga atau orang tua korban ingin perdamaian secara Adat Istiadat Kayuagung dengan datang membawa Tepak dan Tanduk 6 buah dan uang sejumlah Rp 5 juta rupiah.

Baca Juga :  Pulang Retreat Bupati dan Wabup OKI Langsung Tancap Gas Tinjau Warga Terdampak Banjir

Apa yang disampaikan oleh perangkat maupun keluarga korban saat itu tidak bisa saya tanggapi secepatnya dan tidak saya sanggupi karena selain pasca lebaran, juga yang mengasuh anak dirumah juga semuanya saya, karena harap maklum saya sendiri hanya bersama anak saya dirumah. Meski demikian tetap dengan niat baik saya berinisiatif alangkah baiknya hal tersebut dapat diselesaikan secara kekeluargaan, mengingat memang si korban itu sudah lama berteman dengan anak saya dan juga sudah saya anggap seperti anak saya sendiri;