Diduga RJ Oknum Staf Khusus Kejari Banyuasin Mau Menjebak OTT Terhadap Wartawan dan LSM Dikantor Dinas Pendidikan Banyuasin

Halokantinews.com.Banyuasin – Preseden buruk terjadi ditengah Pemerintah gencar gencarnya mengkampanyekan Pemberantasan Korupsi dan Menjunjung Tinggi Integritas dalam melaksanakan tugas sebagai Aparat Penegak Hukum.

Wartawan dan LSM sebagai mitra dalam mendukung program pemerintah tersebut, alih alih mendapat perlindungan, melainkan kemitraan tersebut tercoreng oleh oknum. Hal tersebut terjadi diwilayah hukum Kabupaten Banyuasin.

Dimana, oknum salah satu pegawai staf khusus di Kejari Banyuasin berinisial “RJ” diduga hendak melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap wartawan dan LSM yang sedang melaksanakan tugasnya.

Dilansir dari berbagai media, peristiwa tersebut menjadi perhatian serius dan kiranya rekan rekan media (wartawan) maupun LSM hendaknya selalu waspada dalam melaksanakan tugas dilapangan.

Berikut informasi yangbtelah beredar luas diberbagai media online

Heboh !!! keributan antara oknum wartawan, LSM dengan beberapa orang oknum dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Banyuasin di ruangan Sekretaris Dinas (Sekdis) Pendidikan Kabupaten Banyuasin menuai sorotan.

Menurut keterangan narasumber yang enggan menyebutkan namanya mengatakan, awal mula oknum anggota LSM inisial ISL melakukan konfirmasi terkait temuan anggaran honor guru tahun 2024-2025 di SD Negeri 19 Betung.

Selanjutnya, Oknum Kepala Sekolah diduga mengutus puteranya inisial RJ yang merupakan pegawai staf di Bidang Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Banyuasin untuk membicarakan dan menyelesaikan temuan ISL tersebut.

Singkat waktu, setelah berkoordinasi melalui telepon, RJ dan ISL sepakat untuk bertemu di Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuasin, yang mana ISL sudah menunggu lebih dulu di ruangan Sekretaris Dinas.

Selang beberapa lama, RJ datang menemui ISL. Namun, kedatangannya tidak sendirian, melainkan RJ datang bersama puluhan rekannya, diketahui mereka dari Bidang Pidsus Kejari Banyuasin yang diduga hendak melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT).

Baca Juga :  Senyum Bahagia Belasan Penyintas Bibir Sumbing Usai Dioperasi Gratis

“Mereka datang ramai-ramai langsung masuk keruangan Sekdis dan salah satunya inisial GVN berteriak OTT – OTT,” ujar sumber kepada wartawan Beritapali.com, Rabu (25/02/2026).

Masih kata sumber, RJ diduga hendak menjebak ISL. Sebab sebelum terjadinya pertemuan, terdapat percakapan kalau RJ hendak mengambil uang terlebih dulu yang diduga akan diberikan kepada ISL sebesar 4 Juta Rupiah. Akan tetapi, ISL menegaskan maksud dan tujuan pertemuannya bukan menginginkan uang.