Pemerintah Republik Indonesia Tetapkan 1 Ramadhan 1447 H Jatuh Pada Kamis Tanggal 19 Februari 2026

1. Berdasar Kriteria MABIMS (3-6,4) pada tanggal 29 Sya’ban 1448 H/17 Februari 2026 M posisi Hilal diwilayah NKRI tidak ada yang memenuhi kriteria tinggi minimum 3⁰ dan elongasi minimum 6,4⁰ sehingga tanggal 1 Ramadhan 1447 H secara Hisab jatuh bertepatan dengan hari Kamis Pahing tanggal 19 Februari 2026 M.
2. Kelaziman penentuan awal bulan Ramadhan, Syawal, dan Zulhijah di Indonesia menggunakan metode Rukyat dan Hisab. Hisab sifatnya informatif dan kedudukan Rukyat sebagai konfirmasi dari Hisab. Pada hari Rukyat pada tanggal 17 Februari 2026 M, Tinggi Hilal diwilayah NKRI antara -2⁰ 24¹ 43¹¹ (-2,41⁰) s.d -0⁰ 55¹ 41¹¹ (-0,93⁰) dan elongasi antara 0⁰ 56¹ 23¹¹ (0,94⁰) s.d 1⁰ 53¹ 36¹¹ (1,89⁰). Di seluruh wilayah NKRI tidak memenuhi kriteria visibilitas, hilal dan Imkan Rukyat MABIMS (3-6,4). Oleh karenanya hilal menjelang awal Ramadan 1447 H pada hari Rukyat ini secara teoritis diprediksi mustahil dapat di Rukyat, karena posisinya berada dibawah ufuk pada saat Matahari terbenam.

Menteri Agama RI berpesan kepada seluruh umat Islam di Indonesia agar tetap menghargai bagi masyarakat yang melaksanakan puasa Ramadhan meski tidak sama dengan hasil putusan sidang isbath ini, harapnya. (Red)

Baca Juga :  Dita & Dimas Harumkan Ogan Ilir di Ajang Pemilihan Putra & Putri Sriwijaya Tahun 2023