Jembatan Penghubung Desa Belanti dan Desa Terate SP Padang OKI Terancam Ambruk

Halokantinews.com. OKI – Jembatan Penghubung Desa Belanti dan Desa Terate Kecamatan Sirah Pulau Padang yang berada di aliran Sungai Komering “Terancam Ambruk”. Pasalnya, Jembatan bertiang besi tersebut saat ini sedang dalam serangan pasukan Enceng Gondok dan rumput liar air ditengah debit Air Sungai Komering yang begitu deras. Apalagi Enceng Gondok dan rumput liar air memenuhi sungai bahkan dari pangkal Jembatan Desa Belanti dan Pangkal Jembatan Desa Terate.

Kondisi tersebut menurut warga sudah agak lama, masyarakat berjibaku membuang Enceng Gondok dan rumput liar air serta sampah yang menyangkut di tiang besi jembatan secara manual dengan peralatan seadanya.

Lanjutnya, Enceng Gondok yang ngangkut di tiang jembatan itu sudah lama, sejak awal bulan Januari 2026 lalu,akan tetapi setelah keadaan sudah begini, dimana Enceng Gondok sudah bertumpuk dan sudah begitu tebal hingga diinjak pun tidak lagi tenggelam, ujar warga sekitar.

Masyarakat sekitar sangat khawatir dengan kondisi saat ini, apalagi setiap hari Enceng Gondokan dan rumput liar maupun sampah semakin menumpuk

“Kami berharap, pemerintah segera turun tangan, sebab kalau dibuang secara manual, tentunya sudah tidak mungkin lagi, sebab Enceng Gondok dan rumput liar air sudah padat, bahkan dipijak pun tidak tenggelam lagi, dengan debit air yang setiap hari makin naik dikhawatirkan jembatan ini bisa ambruk diseret Enceng Gondok dan rumput liar, untuk itu pemerintah turun tangan karena jembatan ini merupakan urat nadi perekonomian kami dan tempat penyeberangan kami,” harap warga.

Menanggapi keresahan tersebut, Camat SP Padang, Indra Husen, menyampaikan apresiasi kepada warga Desa Belanti dan Desa Terate sekitar yang telah bergotong royong membersihkan eceng gondok secara manual.

Baca Juga :  Konsisten Kelola Keuangan Dengan Baik Pemkab OKI Kembali Meraih WTP Ke 14 Kalinya

“Terima kasih kepada masyarakat yang sudah berjuang bergotong royong melakukan pembersihan. Gotong royong adalah warisan leluhur yang harus terus kita jaga,” ujar Indra Husen.