Baru Direhab Sudah Karatan, Rehabilitasi Lapangan Tenis Pemkab OKI Rp496 Juta Tahun 2025 Ditengah Defisit dan Efisiensi Anggaran Jadi Sorotan

Ia membandingkan biaya pembangunan Lapangan Tenis Outdoor Umum yang biayanya mulai dari Rp450 juta – Rp550 juta untuk standar.

“Nah, jika untuk pembangunan Outdoor umum yang pekerjaannya dari mulai titik Nol hingga 100 persen lah katakanlah dengan dana Rp450 juta – Rp550 juta, sekelas rehabilitasi hingga dananya Rp496,5 juta, itu Anggaran yang fantastis,” tandasnya.

Ini menjadi kepikiran, jika hal ini ditemukan adanya penyimpangan dalam perencanaan, pelaksanaan, atau pengawasan proyek rehabilitasi lapangan tenis ini, maka dapat berpotensi melanggar Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

“Untuk itu diharapkan pihak berwenang dapat melakukan audit dan evaluasi terhadap proyek rehabilitasi lapangan tenis ini untuk memastikan tidak ada penyimpangan dan anggaran telah digunakan secara efektif dan efisien untuk kepentingan masyarakat,” harapnya.

Pantauan awak media dilapangan yang berulang kali melintas di lokasi menunjukkan bahwa lapangan tersebut nyaris tanpa aktivitas. Lebih memprihatinkan lagi, beberapa bagian lapangan sudah menunjukkan perubahan warna pada pagar kawat dan besi-besi penyangga yang terlihat mulai berkarat.

Pelaksana kegiatan proyek Rehabilitasi Lapangan Tenis Pemkab OKI ini diketahui dikerjakan oleh CV Dua Ara Sukses dengan Nomor Kontrak 12401/PP/PPK/DISPORA-OKI/2025, dengan masa pelaksanaan 60 hari kalender dengan dana Rp.496.500.000,- yang berasal dari APBD OKI tahun 2025. (All/Tim)

Baca Juga :  Wapres RI Tinjau Pilot Projects Rumah Bagi Keluarga Beresiko Stunting di Banyuasin