Diduga RJ Oknum Staf Khusus Kejari Banyuasin Mau Menjebak OTT Terhadap Wartawan dan LSM Dikantor Dinas Pendidikan Banyuasin

“Kalau OTT itu harus ada bukti. Mereka menuduh ISL sudah menerima transferan uang sebesar 4 Juta Rupiah, padahal RJ belum pernah mentransfer uang,” tegasnya.

Ditempat terpisah, saat RJ di konfirmasi wartawan dirinya menanggapi, kalau keributan tersebut sudah di damaikan secara kekeluargaan. RJ menyebut, masalah itu hanya kesalahpahaman.

Disinggung terkait apakah benar sudah mentransfer uang sebesar 4 Juta Rupiah,? RJ sejenak terdiam lalu menepis sambil berkata sedang menyetir.

“Masalah ini sudah Damai secara kekeluargaan Pak, saya lagi nyetir, nanti saya telepon balik dan tolong jangan di beritakan,” ucap RJ.

Hingga berita ini diterbitkan RJ tidak kunjung menelepon, yang ada nomor wartawan di blokir, hal ini terbukti pesan whatsapp dengan RJ centang satu, sedangkan saat itu juga dicoba dengan nomor lain aktif centang dua.

Terhadap berbagai pemberitaan dimedia online maupun media lainnya, Ketua DPD IWO Indonesia OKI, Aliaman SH berharap agar kejadian ini tidak terulang lagi

“Tidak seharusnya hal ini terjadi, jika memang oknum kepsek tersebut memang mempunyai niat baik dan begitu juga oknum anggota Kejari Banyuasin juga tidak seharusnya demikian, apalagi hal tersebut berkaitan dengan hubungan kekeluargaan, harusnya dikesampingkan dulu antara keluarga dengan tugas sebagai abdi negara,” tandasnya.

Kita tidak terus membela rekan-rekan wartawan atau juga LSM, dan menyudutkan Instasi lembaga kejaksaan, akan tetapi hal ini setidaknya menjadi pelajaran bersama

“Apalagi kan antara Kejaksaan dengan Wartawan dan LSM itu mitra dalam mendukung penegakan hukum diwilayah masing-masing,” ujarnya.

Menurutnya, hal ini sebaiknya dan secepatnya diselesaikan agar tidak berlarut larut, dan pihak Kejari Banyuasin setidaknya dapat memberikan informasi kepada publik bagaimana peristiwa yang sebenarnya terjadi, dan jika memang kejadiannya benar demikian, hendaknya oknum bersangkutan diberikan sanksi tegas agar hal ini tidak lagi terjadi kedepannya, harapnya.

Baca Juga :  Tender Sering Diulang, Kinerja UKPBJ Kabupaten Muara Enim Diduga Sarat Kepentingan

Terkait peristiwa tersebut, pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuasin belum memberikan klarifikasinya atas insiden tersebut. (Rill/Red)