Paparan dan Usulan Kadinkes OKI Jadikan Sumsel Sebagai Salah Satu Prioritas Dari 11 Provinsi Pada Percepatan Eliminasi TBC Dari Kemenkes

Halokantinews.com.OKI.Jakarta – Paparan dan usulan Pemerintah Kabupaten OKI Provinsi Sumatera Selatan melalui Kepala Dinas Kesehatan OKI, H Iwan Setiawan S.KM., M.Kes pada Rapat Koordinasi Pusat dan Daerah Penguatan Komitmen dan Aksi Nyata Percepatan Eliminasi TBC Berkelanjutan di Seluruh Indonesia yang dilaksanakan oleh Kemendagri dan Kemenkes RI di Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Jakarta pada Selasa (10/2/2026) beberapa waktu lalu mendapat apresiasi dari Wamendagri, Irjen Pol Dr Akhmad Wiyagus, S.IK., M.Si., MM dan tanggapan dari Wamenkes RI, dr. Benjamin Paulus Octavianus, Sp.P, FISR melalui Ketua Tim Kerja TBC dan Ispa di Kemenkes RI, dr. Triya Novita Dinihari. Bahkan saran dan usulan Kadinkes OKI pada sesi diskusi tersebut menjadi bagian dari 11 (Sebelas) provinsi yang menjadi prioritas percepatan Eliminasi TBC di Indonesia.

Kegiatan tersebut dihadiri Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan, Murti Utami dan diikuti para pejabat pimpinan tinggi madya dan pimpinan pratama kementerian dan lembaga secara hybrid beberapa waktu lalu

Berikut hasil diskusi antara Wamendagri dan Wamenkes RI bersama peserta Rapat Koordinasi Pusat dan Daerah Penguatan komitmen dan Aksi Nyata Percepatan Eliminasi TBC Berkelanjutan di Seluruh Indonesia dari Dinas Kesehatan Kabupaten OKI Provinsi Sumatera Selatan

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ogan Komering Ilir, H. Iwan Setiawan S.KM., M.Kes menyampaikan ungkapan terimakasih kepada bapak Wamendagri, apa yang disampaikan oleh bapak Wamendagri, Wamenkes dari KSP dan Dirjen P2P Kemenkes sudah kami tangkap dan pada umumnya sudah kami laksanakan di kabupaten di seluruh Indonesia termasuk di Kabupaten OKI.

Lanjutnya, terkait dari apa yang telah disampaikan bapak Wamendagri dan Wamenkes terkait dengan optimalisasi Scrining TB Paru (TBC)

Baca Juga :  Kenal Pamit Kapolres OKI, AKBP Hendrawan Susanto Jabat Kapolres OKI

Di Kabupaten OKI secara optimal telah dilaksanakan Scrining TB Paru, dan temuan kasusnya, Alhamdulillah juga sudah secara optimal

Menurut Iwan, apa yang telah kami laksanakan tidak terlepas dari bantuan anggaran yang telah diberikan Kementerian Kesehatan

“Terimakasih kepada Kementrian Kesehatan yang telah memberikan anggaran kegiatan penanggulangan TB Paru melalui dana DAK non fisik dan DAK Fisik,” ujarnya.

Oleh karena itu terkait optimalisasi Scrining ini, tidak terbatas sasaran yang kami laksanakan, namun untuk pengadaan TCM masih ada kendala terkait jumlah anggaran yang diterima

Kemudian setelah kami lakukan analisis tentang Scrining TBC ini menggunakan anggaran dan menggunakan metode TCM, sangat luar biasa beban anggaran yang harus kita penuhi, walaupun anggaran ini dari Kemenkes

“Satu Scrining TB Paru menggunakan metode TCM itu menggunakan biaya Rp 240 ribu, namun upaya untuk optimalisasi scrining sangat harus dilaksanakan,” terangnya.

Untuk itu Iwan Setiawan menyampaikan saran dan proposal kepada Kemenkes beberapa bulan lalu agar kembali dengan Metode Fiksasi yang dilaksanakan dalam penanggulangan TBC ini

Fiksasi hanya menggunakan 10 ribu satu sample, dan upaya ini juga dalam menegakkan diagnosa tetap merujuk kepada dokter yang akan melaksanakan pemeriksaan terhadap pasien TB Paru, terangnya.

Oleh karena itu kami menyarankan kepada Kemenkes agar metode pemeriksaan Scrining TB Paru dilaksanakan secara fiksasi.

Sekarang kami melakukan pemeriksaan TCM ini tidak lagi dilaksanakan di Puskesmas sudah dipindahkan ke Rumah Sakit semua, kenapa ?

Setelah dianalisis beberapa tahun lalu, setelah dilakukan di Puskesmas, justru ternyata rendah cakupan scrining nya, oleh karena itu rumah sakit yang tidak memiliki wilayah kerja, agar dapat menerima rujukan dari seluruh puskesmas terkait pemeriksaan TCM, namun sekali lagi metode TCM tidak secara optimal dapat melaksanakan scrining yang diharapkan secara optimal di Kabupaten OKI, bebernya.

Baca Juga :  Diduga Berhubungan Dengan Zionis Israel, MUI Resmi Memberhentikan Dua Anggota Komisi Fatwa MUI

Kemudian lanjut Iwan, dalam upaya penanggulangan TB Paru ini kami telah memasukkan proposal kepada Kemenkes mempunyai rencana aksi dalam penanggulangan TB Paru, setiap pasien diupayakan dilaksanakan pengobatan secara terpusat yaitu suatu tempat yang memang dilaksanakan untuk menanggulangi TB Paru selama 2 bulan masa penularan, ungkapnya.

Adapun usulan maupun pertanyaan yang disampaikan Kepala Dinas Kesehatan OKI, Iwan Setiawan yakni

Bagaimana kalau metode pemeriksaan TB Paru ini secara optimal dengan dilaksanakan secara viksasi dan TCM dikurangi saja, karena anggarannya terlalu besar ?

Kepada Kementerian Kesehatan, apakah boleh dalam penanganan TB Paru ini dilaksanakan dengan metode perawatan khusus isolasi terpusat untuk di Kabupaten ?

Apa yang disampaikan oleh Kadinkes OKI mendapat apresiasi dari Kemendagri

“Terimakasih, luar biasa pak Kadis,” ungkap Wamendagri menanggapi apa yang disampaikan oleh Kadinkes OKI yang meskipun singkat namun padat dan sangat berarti bagi para peserta rapat tersebut.

Tanggapan Wamenkes RI Melalui Ketua Tim Kerja TBC dan ISPA di Kemenkes RI Terkait Usulan dan Pertanyaan dari Kadinkes OKI

dr. Triya Novita Dinihari Selaku Ketua Tim Kerja TBC dan ISPA di Kemenkes RI menyampaikan