Diduga Kontraktor Pelaksana Rehabilitasi Gedung Asrama SMAN 3 Unggulan Kayuagung Abaikan K3 dan Tidak Memasang Papan Proyek

Halokantinews.com.OKI.Palembang – Setelah kurang lebih dua tahun pasca Asrama Putra SMAN 3 Unggulan Kayuagung mengalami kebakaran pada Sabtu tanggal 4 Mei 2024 beberapa waktu lalu. Akhirnya di tahun 2026 ini Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan melalui Satuan Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan menganggarkan pelaksanaan pekerjaan konstruksi Rehabilitasi sedang/berat asrama SMAN 3 Unggulan Kayuagung yang berlokasi di Jalan Letnan Sayuti, Kelurahan Kedaton, Kecamatan Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).

Adapun bagian gedung asrama putra dua lantai yang direhabilitasi diperkirakan sekitar 41 hingga 48 kamar termasuk lantai, kusen, jendela, pintu, toilet, rangka baja ringan beserta atap seng baja ringan, instalasi jaringan listrik beserta lampu penerangan ruangan, pemasangan plafon, keramik dan pengecatan hingga finishing dan pekerjaan lainnya.

Dana yang digelontorkan oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan untuk rehabilitasi asrama SMAN 3 Unggulan Kayuagung tersebut berdasarkan LPSE Provinsi Sumatera Selatan yakni senilai Rp3,4 milyar dengan pemenang tender atau kontraktornya yakni “PT TAR” yang beralamat di Plaju Palembang.

Meskipun anggaran tersebut begitu besar, namun sepertinya pihak ketiga atau kontraktor pelaksana Diduga Tidak Memasang Papan Proyek dan Mengabaikan Sistem K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja).

Tidak dipasangnya papan nama proyek dilokasi pekerjaan dengan mengabaikan K3, seperti pekerja tidak dilengkapi Alat Pelindung Diri (APD) tersebut mendapat tanggapan dari berbagai elemen masyarakat

Andi dalam postingannya di media sosial mengatakan adanya Proyek Siluman tanpa papan proyek

Menurut sumber kepada media ini, meski pekerjaan sudah sampai ditahap pengecatan dan meski telah dikelilingi beberapa kali “Tidak Ditemukan Papan Proyek” bahkan “Pengumuman K3” dan menurut informasi, kontraktor nya jarang dan bahkan diduga tidak sering berada di tempat pekerjaan rehabilitasi asrama SMAN 3 Unggulan Kayuagung tersebut.

Baca Juga :  Proyek BPBD Berpotensi Merugikan Keuangan Negara, K-MAKI Desak Kejari OKUT Segera Menetapkan Tersangka

Terkait pelaksanaan Rehabilitasi Asrama SMAN 3 Unggulan Kayuagung tersebut
Ketua DPD IWO INDONESIA OKI, Aliaman SH menyarankan kiranya kontraktor pelaksana memasang papan nama proyek dan mendirikan beberapa fasilitas penunjang di awal pekerjaan seperti, pagar pengaman sementara untuk membatasi area kerja dengan lingkungan sekitar, Kantor sementara (site office) dan gudang material untuk menyimpan alat serta bahan bangunan. Papan peringatan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) demi keamanan di area proyek, ujarnya.

Meskipun hal itu terlihat sepele, dengan pihak kontraktor tidak mengutamakan SOP dimana dan menerapkan K3 dimana para pekerja tidak dilengkapi APD (Alat Pelindung Diri), ini menjadi perhatian yang sangat serius, terangnya.