Warga Binaan Babak Belur Hingga Masuk ICU RSUD Kayuagung Diduga Menjadi Korban Pengeroyokan Di Lapas Kelas IIB Kayuagung

Halokantinews.com.OKI – Seorang warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Kayuagung berinisial “J” yang merupakan warga Desa Tanjung Harapan Kecamatan Tanjung Lubuk Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) diduga menjadi korban pengeroyokan sesama warga binaan di dalam lapas.

Akibat kejadian tersebut, J mengalami luka memar, termasuk pada bagian mata, dan harus mendapatkan perawatan medis di RSUD Kayuagung. Informasi yang dihimpun, kondisi korban kemudian membutuhkan penanganan lebih lanjut hingga dipindahkan ke ruang ICU.

Ayah korban, Amat, saat ditemui di RSUD Kayuagung, Sabtu (22/8/2026), mengatakan pihak keluarga awalnya mendapat informasi dari kakak korban mengenai kondisi J yang harus menjalani perawatan di rumah sakit.

“Kemarin kami mendapat telepon dari kakaknya bahwa J dirawat di rumah sakit Kayuagung. Kami langsung ke sini. Kemarin masih dirawat di UGD, pagi ini dipindahkan ke ruang ICU,” ujar Amat.

Namun, Amat mengaku belum mengetahui secara pasti kronologi maupun penyebab anaknya terlibat dalam perkelahian tersebut. “Kalau masalah itu nanti saja,” katanya singkat.

Sementara itu, istri korban sebelumnya juga membenarkan bahwa suaminya mengalami pengeroyokan di dalam lapas. Ia mengatakan J mengalami lebam pada bagian mata.

“Iya Pak, suami saya dikeroyok di dalam lapas. Matanya lebam dan sekarang masih dalam penanganan medis,” ujarnya.

Terkait peristiwa tersebut pihak Lapas Kelas IIB Kayuagung memberikan penjelasan mengenai kronologi kejadiannya.

Kepada awak media Kepala Pengamanan Lapas (KPLP) Teguh, saat dikonfirmasi di kantornya, membenarkan adanya keributan antar warga binaan di Blok B.

Menurut Teguh, kejadian berlangsung sekitar pukul 08.00 WIB. Ia menjelaskan, peristiwa tersebut berawal dari perkelahian yang melibatkan korban dengan tiga warga binaan lainnya.

“Benar, kemarin pagi sekitar pukul 08.00 WIB terjadi keributan sesama warga binaan di Blok B. Terjadi perkelahian, dan lawannya ada tiga orang,” jelas Teguh.

Baca Juga :  ASN PPPK Paruh Waktu Di OKI Tuntut Kesetaraan Gaji

Begitu mendengar keributan, petugas jaga langsung menuju blok hunian untuk mengamankan situasi. Korban dan warga binaan yang terlibat kemudian diamankan.

“Anggota kita langsung sigap mendatangi blok hunian untuk mengamankan korban dan yang terlibat. Korban langsung kita bawa ke klinik untuk mendapatkan penanganan pertama,” bebernya.

Karena fasilitas klinik lapas terbatas dan kondisi korban memerlukan penanganan lebih lanjut, pihak lapas kemudian memutuskan membawa korban “J” ke RSUD Kayuagung.

“Melihat kondisi korban tidak memungkinkan dirawat di klinik karena sarana dan prasarana kita terbatas, akhirnya kita bawa ke RSUD Kayuagung,” ujarnya.