Damkar OKI Bekerja Maksimal Ditengah Keterbatasan Armada dan Anggaran Minim Serta Gaji Jauh Dari Harapan

Halokantinews.com.OKI – Meskipun dalam keterbatasan armada mobil pemadam kebakaran (Damkar), tidak adanya Alat Pelindung Diri (APD), minimnya anggaran dan gaji petugas pemadam kebakaran. Namun Petugas Damkar OKI tetap maksimal dalam melaksanakan tugas sebagai tim pemadam kebakaran.

Permasalahan tersebut kini tengah dihadapi oleh Pegawai atau petugas yang bekerja di Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten OKI saat ini.

Menanggapi hal tersebut Kasat Pol-PP Kabupaten OKI Hilwen , SH,. M.Si didampingi Kabid Damkar OKI, Fikril Hakim saat dikonfirmasi di ruang kerjanya pada Kamis (23/7/2026) beberapa waktu lalu mengatakan

Memang benar Armada Mobil Pemadam Kebakaran (Damkar) OKI saat ini sangat minim hanya ada 5 mobil Damkar, itupun sudah hampir tidak laik pakai dan sudah dalam kondisi sering terjadi kerusakan, seperti terjangan air pompa tidak begitu deras sehingga jangkauan air ketitik api tidak optimal, ujarnya.

Didampingi Kabid Damkar, Hilwen juga mengatakan, dari sebelumnya Mobil Damkar di Satuan Pemadam Kebakaran OKI ini hanya ada 5 mobil Damkar.

“Mobil Damkar hingga saat ini ada 5 damkar dengan tahun keluaran mobil tersebut mulai dari tahun keluaran 2001, tahun 2004 dan tahun 2007,” bebernya.

Lanjutnya, adapun dari 5 armada Damkar hanya 1 (satu) yang hasil pembelian dari Pemkab OKI yakni Mobil Damkar OKI keluaran tahun 2001 yang dibeli ditahun 2001, 1 (satu) mobil Damkar keluaran tahun 2002 Hibah dari Negara Jepang yang ke Pemkab OKI ditahun 2019 lalu, 2 (dua) mobil tangki keluaran tahun 2004 yang juga dapat hibah, serta 1 (satu) mobil Damkar keluaran tahun 2007 yang juga hibah dari Pemprov DKI Jakarta ditahun 2017/2019, terangnya.

“Solusinya, meski masih dalam efisiensi anggaran dan harga mobil damkar itu berkisar Rp2 milyar per unit, kita berharap kedepan dapat ditambah,” harapnya.

Baca Juga :  Sampah Menumpuk Didepan Kantor Inspektorat OKI, TPAS Di Sepucuk Kedaton Disorot

Begitu halnya dengan minimnya anggaran, dikatakannya untuk anggaran operasional tahun 2026 dalam satu tahun ini hanya Rp100 juta termasuk biaya operasional dan perawatan kendaraan, terangnya.

Untuk mengatasi hal ini, kita telah menaikkan Nota Dinas ke Bupati OKI untuk biaya operasional dan perawatan mobil damkar, semoga bisa dikabulkan karena untuk biaya perawatan sudah benar benar kurang mencukupi, sementara tantangan dilapangan begitu besar, ujar Hilwen.

Mengenai permasalahan lainnya, Kasat Pol PP dan Damkar OKI didampingi Kabid Damkar mengatakan, hingga saat ini kita tidak menutupi bahwa permasalahan yang sangat vital, selain dari armada atau kendaraan Damkar yakni masalah Alat Pelindung Diri (APD) khusus Damkar yang hingga saat ini tidak ada, tandasnya.

“Hingga saat ini APD untuk anggota damkar dilapangan itu tidak ada, seperti helm damkar, baju tahan api, dan SCBA (alat bantu pernapasan), sepatu boat dan sarung tangan khusus damkar, ungkapnya.

Ya, untuk saat ini anggota damkar bertugas dengan APD (sepatu dan baju biasa) dan peralatan seadanya.