Lurah Kutaraya juga mengucapkan terimakasih terkhusus kepada para peserta Midang Kelurahan Kutaraya, baik kepada semua Kepala Lingkungan (Kaling), RT, P2UKK, Ketua LPMK, Cap Dalom dan Masayu, serta Muda-mudi Kelurahan Kutaraya serta semua masyarakat Kutaraya dan sekitarnya yang telah berpartisipasi mengikuti Midang Bebuke tahun ini
“Terimakasih kepada semua Kepala Lingkungan, RT, P2UKK, Ketua LPMK, Cap Dalom dan Masayu, serta Muda-mudi Kelurahan Kutaraya yang telah antusias dan semangat mengikuti Midang Bebuke tahun ini, semoga tahun depan Midang Bebuke Kelurahan Kutaraya ini akan lebih semarak dan meriah lagi,” ujarnya.
Bomantara juga menyampaikan ungkapan terimakasih Ketua dan Panitia Pelaksana Midang Bebuke Kutaraya yang telah berupaya semaksimalnya mensukseskan Midang Bebuke ini.
Ia juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata OKI yang telah memberikan support dana untuk kegiatan Midang Bebuke tahun ini, terutama kepada para donatur dan masyarakat Kelurahan Kutaraya yang telah banyak membantu hingga terlaksananya kegiatan Midang Bebuke 1447 H / 2026 M “Bravo Kelurahan Kutaraya” tegasnya sembari mengucapkan “Minal Aidin Walfaizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Bupati OKI dan Sekda Provinsi Sumsel Berharap Tradisi Budaya Midang Bebuke Morge Siwe Tetap Dijaga dan Dilestarikan Meski Dalam Tantangan Era Globalisasi
Sementara itu Bupati OKI Muchendi Mahzareki dalam kesempatan tersebut selain mengapresiasi seluruh peserta Midang Bebuke, Bupati OKI berharap kiranya Tradisi Budaya Midang Bebuke ini harus tetap dijaga dan dilestarikan dan kedepan agar lebih meriah lagi, harapnya.
Begitu juga disampaikan Sekda Provinsi Sumsel Edward Chandra menegaskan agar Tradisi Midang Morge Siwe sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia yang merupakan hasil kesungguhan masyarakat Kayuagung OKI dalam menjaga budaya turun temurun leluhur ini agar tetap dijaga dan terjaga serta dilestarikan meskipun ditengah tantangan globalisasi saat ini, harapnya. (Aliaman/Ha)

















