Banjir Merendam Empat Kecamatan Menyebabkan 3582 Kepala Keluarga Terdampak, Pemkab OKI Bantu 120 Paket Bantuan Logistik

Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (DKPTH) OKI mencatat sekitar 4.400 hektare sawah petani terendam banjir yang tersebar di Kecamatan Lempuing, Lempuing Jaya, Air Sugihan, Pampangan, dan Jejawi.

Pelaksana Tugas Kepala DKPTH OKI Alexander menjelaskan, sebagian besar sawah di Lempuing dan Lempuing Jaya merupakan padi dengan pola tanam IP 200 yang ditanam pada November–Desember.

Sementara di Kecamatan Air Sugihan, tanaman padi sudah memasuki masa panen.

“Untuk sawah yang terdampak, pemerintah akan menyalurkan bantuan benih dari Kementerian Pertanian dengan total luasan sekitar 578 hektare,” ujarnya.

Sementara Dinas Pendidikan OKI mencatat 18 sekolah di empat kecamatan tersebut juga terdampak banjir. Agar kegiatan pembelajaran tetap berlangsung Disdik OKI mengeluarkan kebijakan belajar daring.

“Bagi sekolah-sekolah terdampak juga dijadikan posko evakuasi sementera diterapkan pembelajaran secara daring,” Ujar Kadisdik OKI, M. Refly.

OPD Diminta Siaga 24 Jam

Sementera Bupati OKI, H. Muchendi mengintruksikan kesiapsiagaan perangkat daerah dalam menghadapi potensi banjir, longsor, dan dampak hidrometeorologi lainnya akibat intensitas hujan yang tinggi dalam beberapa waktu terakhir.

“Saya minta seluruh OPD melakukan upaya menyeluruh terhadap sarana dan prasarana serta kebutuhan masyarakat yang terdampak. Dirikan posko, siagakan petugas, Pastikan semua benar-benar siap digunakan dalam kondisi darurat,” tegas Muchendi

Ia juga secara khusus meminta Dinkes OKI agar memastikan layanan kesehatan tetap berjalan optimal dalam kondisi darurat.

“Dinas Kesehatan harus siap penuh, baik dari sisi tenaga medis, ketersediaan obat-obatan, hingga logistik medis. Pelayanan kesehatan harus siaga 24 jam,” ujarnya.

Waspada Banjir Susulan

Bagi warga, banjir bukanlah kejadian baru. Tri Handoko (43), warga Desa Tebing Suluh, mengatakan bahwa setiap hujan deras dengan durasi panjang, permukiman di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Lempuing selalu menjadi wilayah paling rentan.

Baca Juga :  Bupati OKI Ajak ASN Solid Wujudkan Visi OKI Maju Bersama

“Air dari hulu mengalir deras. Saat sungai tidak mampu menampung debit air, air langsung meluap ke rumah-rumah warga,” ujarnya.

Hingga kini, BPBD OKI terus melakukan pemantauan di wilayah terdampak serta menyiapkan langkah-langkah mitigasi. Masyarakat yang tinggal di bantaran sungai diimbau tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat curah hujan di wilayah OKI diperkirakan masih tinggi dalam beberapa pekan ke depan. (All)