Namun tahun ini kegiatan”Studi Edukasi” tersebut tidak kita laksanakan karena ada surat edaran atau himbauan dari Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan
“Kita disarankan agar tidak melakukan kunjungan atau studi edukasi keluar daerah yang lebih jauh, cukup di wilayah Sumsel atau di Provinsi terdekat seperti di UNSRI Indralaya – Palembang, UNILA Lampung,” terangnya.
Menyikapi surat edaran dan saran dari Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel tersebut sehingga Program Studi Edukasi tahun ini kita batalkan karena kita tidak ingin mengambil resiko dan uang tabungan sebelumnya sudah dikembalikan ke para siswa
“Jumlah siswa yang menabung itu sebanyak 17 orang dengan jumlah tabungan 26.500.000 dan uang tersebut sudah dikembalikan semuanya kepada para siswa yang bersangkutan sesuai dengan besaran tabungan siswa masing-masing dan ada tanda terima dari masing-masing siswa yang bersangkutan, pungkasnya sembari memperlihatkan tanda terima tabungan para siswa-siswi yang bersangkutan.
Jadi, jika ada isu-isu yang mengatakan bahwa tabungan siswa-siswi untuk program studi edukasi itu diselewengkan dan untuk memperkaya diri sendiri atau di korupsi, itu tidak benar dan boleh dikroscek langsung ke sekolah maupun kepada para siswa-siswi yang bersangkutan, tegasnya. (Aliaman)