“Pihak sekolah sudah berulang kali mengajukan usulan perbaikan gedung kepada pemerintah desa. Bahkan kondisi sekolah sempat diunggah melalui media sosial, akan tetapi belum kunjung terealisasi karena statusnya sebagai sekolah filial (induk), bebernya.
Akibat ambruknya ruang kelas ini, pihak sekolah terpaksa menerapkan sistem belajar bergantian (shift pagi dan siang) menggunakan sisa ruangan gedung beton serta bangunan papan lain yang masih berdiri demi kelangsungan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).
Menanggapi peristiwa tersebut, Dinas Pendidikan OKI Muhammad Reply melalui Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan Kabupaten OKI, Ahmad mengatakan,
“Kita telah sudah mendapatkan informasi terkait kejadian tersebut dan telah melaporkannya kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI melalui Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP).
“Kejadian ini sudah kami tindaklanjuti dan dilaporkan ke pusat. Kami juga mengupayakan agar bisa masuk dalam program pembangunan melalui Anggaran Belanja Tambahan (ABT),” pungkasnya. (Al/Tim)





















