Kajari Banyuasin Tegaskan Tidak Ada OTT Terhadap Wartawan dan LSM

“tetap koordinasi. Kalau memang mau diklarifikasi, kan bisa Kasi Pidsus mengundang IS dan orang tua RJ untuk bertemu di Kantor Kejari Banyuasin, sehingga tidak menimbulkan kegaduhan,” ujarnya.

Kejari Banyuasin menegaskan komitmen menjaga profesionalitas aparat penegak hukum serta memastikan koordinasi internal akan diperbaiki kedepan. Pihaknya juga meminta publik tidak berspekulasi berlebihan dan mengedepankan klarifikasi berbasis fakta.

“Kami terbuka terhadap pengawasan,” ujar Jefri kepada wartawan.

Diberitakan sebelumnya
Heboh !!! keributan antara oknum wartawan, LSM dengan beberapa orang oknum dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Banyuasin di ruangan Sekretaris Dinas (Sekdis) Pendidikan Kabupaten Banyuasin menuai sorotan.

Menurut keterangan narasumber yang enggan menyebutkan namanya mengatakan, awal mula oknum anggota LSM inisial ISL melakukan konfirmasi terkait temuan anggaran honor guru tahun 2024-2025 di SD Negeri 19 Betung.

Selanjutnya, Oknum Kepala Sekolah diduga mengutus puteranya inisial RJ yang merupakan pegawai staf di Bidang Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Banyuasin untuk membicarakan dan menyelesaikan temuan ISL tersebut.

Singkat waktu, setelah berkoordinasi melalui telepon, RJ dan ISL sepakat untuk bertemu di Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuasin, yang mana ISL sudah menunggu lebih dulu di ruangan Sekretaris Dinas.

Selang beberapa lama, RJ datang menemui ISL. Namun, kedatangannya tidak sendirian, melainkan RJ datang bersama puluhan rekannya, diketahui mereka dari Bidang Pidsus Kejari Banyuasin yang diduga hendak melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT).

“Mereka datang ramai-ramai langsung masuk keruangan Sekdis dan salah satunya inisial GVN berteriak OTT – OTT,” ujar sumber kepada wartawan Beritapali.com, Rabu (25/02/2026).

Masih kata sumber, RJ diduga hendak menjebak ISL. Sebab sebelum terjadinya pertemuan, terdapat percakapan kalau RJ hendak mengambil uang terlebih dulu yang diduga akan diberikan kepada ISL sebesar 4 Juta Rupiah. Akan tetapi, ISL menegaskan maksud dan tujuan pertemuannya bukan menginginkan uang.

Baca Juga :  Lomba Bidar Mini, Cara Warga OKI Rayakan HUT RI dan Jaga Tradisi

“Kalau OTT itu harus ada bukti. Mereka menuduh ISL sudah menerima transferan uang sebesar 4 Juta Rupiah, padahal RJ belum pernah mentransfer uang,” tegasnya.

Ditempat terpisah, saat RJ di konfirmasi wartawan dirinya menanggapi, kalau keributan tersebut sudah di damaikan secara kekeluargaan. RJ menyebut, masalah itu hanya kesalahpahaman.

Disinggung terkait apakah benar sudah mentransfer uang sebesar 4 Juta Rupiah,? RJ sejenak terdiam lalu menepis sambil berkata sedang menyetir.

“Masalah ini sudah Damai secara kekeluargaan Pak, saya lagi nyetir, nanti saya telepon balik dan tolong jangan di beritakan,” ucap RJ.

(Red/All/Tim)