Menurut Teguh, hal tersebut kita lakukan karena Lapas Kayuagung telah memiliki kerja sama dengan RSUD Kayuagung dalam penanganan warga binaan yang membutuhkan perawatan medis, ungkapnya.
Terkait pengamanan korban selama menjalani perawatan, Teguh menyebut pihaknya menerbitkan surat perintah pengawalan.
“Setiap ada warga binaan yang sakit pasti ada regu jaga yang ditugaskan untuk menjaga di sana. Saya juga menerbitkan surat perintah pengawalan untuk pengamanan di rumah sakit,” jelasnya.
Tiga Warga Binaan Di-BAP
Mengenai warga binaan yang diduga terlibat dalam perkelahian, Teguh mengatakan pihak lapas telah melakukan pemeriksaan dan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) terhadap tiga orang.
“Setelah kejadian, para pihak kita lakukan BAP dan kita cari tahu penyebabnya. Kita dapati ada tiga orang yang terlibat,” terangnya.
Ketiga warga binaan tersebut, lanjut Teguh, telah ditempatkan di sel pengasingan untuk dipisahkan dari warga binaan lainnya. Pihak lapas masih melakukan pembahasan terkait sanksi lebih lanjut.
“Mereka sudah kita masukkan ke sel pengasingan atau isolasi, harus dipisahkan dengan tahanan yang lain. Untuk sanksi lebih lanjut masih kita rundingkan,” ujarnya.
Teguh menegaskan kejadian tersebut menurut hasil pemeriksaan awal merupakan perkelahian yang terjadi secara spontan dan bukan perkelahian yang telah direncanakan.
Ia juga meminta pemberitaan mengenai kejadian tersebut dilakukan secara berimbang dengan mencantumkan keterangan dari pihak lapas.
“Teman-teman media ini adalah kontrol sosial. Saya tidak pernah mempermasalahkan jika ada berita yang ingin ditayangkan, tapi tolong diberitakan secara berimbang dan masukkan hak jawab saya,” tegasnya.
Teguh menambahkan, pihak lapas telah melakukan langkah tanggap darurat dengan mengamankan pihak-pihak yang terlibat dan membawa korban ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Terkait kondisi terakhir korban yang disebut akan dipindahkan ke ruang ICU, Teguh mengatakan pihaknya terus melakukan pemantauan dan menugaskan petugas untuk menjaga korban selama menjalani perawatan.
“Anggota kita yang jaga di sana selalu saya instruksikan jangan sampai lengah, karena yang sakit itu statusnya narapidana,” pungkasnya. (NOV/All)


















