Kasi Pidsus Kejari Banyuasin Di Demo Aktivis Sumsel Di Kejagung RI

2. Meminta evaluasi dan pencopotan jabatan Kasi Pidsus Kejari Banyuasin atas dugaan penyalahgunaan jabatan dan perilaku tidak profesional.

3. Mendukung Kejaksaan Agung RI dan Komisi Kejaksaan RI menindak Oknum Jaksa yang terlibat, agar penegakan hukum di Banyuasin dan Sumatera Selatan berjalan profesional, integritas terjaga, dan keadilan ditegakkan, tegas massa aksi.

Tanggapan Aktivis Sumsel Terkait Karangan Bunga Pasca Informasi Adanya OTT di Banyuasin

Terpisah, salah satu Aktivis Sumsel, Aliaman SH juga mengkritisi adanya karangan bunga dari beberapa kepala sekolah di Banyuasin yang terpajang didepan Kantor Kejari Banyuasin maupun Kajati Sumsel.

Menurut salah satu aktivis Anti korupsi ini, ini merupakan preseden buruk, tidak seharusnya oknum kepala sekolah mengirimi karangan ke Kantor Kejari Banyuasin maupun Kejati Sumsel, apalagi pihak Kejari Banyuasin telah menyampaikan tidak ada OTT terhadap Wartawan atau LSM, apalagi kalau sudah mengatasnamakan Kepala Sekolah, tentunya anggaran untuk membuat dan mengirim karangan bunga itu patut diduga merupakan dana fiktif yang dikeluarkan oleh oknum kepala sekolah yang bersangkutan, sebab di Juklak maupun juknis BOS Tidak ada dana untuk itu, kalaupun secara pribadi tentunya tidak harus mencantumkan nama sekolah, jelas Aliaman, Selasa (3/3/2026).

“Ini jadi atensi bersama, dan menjadi pertanyaan dari mana anggarannya dan atas dasar apa oknum kepala sekolah tersebut mengirimi karangan bunga baik di Kejari Banyuasin maupun di Kejati Sumsel, seolah olah LSM ini membuat Gaduh Masyarakat dan Guru, pertanyaannya LSM mana yang membuat gaduh masyarakat dan guru, lalu masyarakat dan guru mana yang resah atau gaduh oleh LSM, setahu kita Guru itu Tugasnya Mengajar dan Mendidik perseta didik agar menjadi generasi yang cerdas dan berpendidikan, kecuali Kepala Sekolah yang tentunya sering ada dikonfirmasi atau diminta klarifikasi oleh LSM atau Wartawan, tandasnya.

Baca Juga :  Gubernur Sumsel Herman Deru : HIPPI Tanamkan Karakter Pengusaha Tak Mudah Putus Asa

Terkait hal Ini, hendaknya menjadi perhatian bersama bagi aktivis maupun wartawan dimanapun berada, agar tetap menjaga Marwah LSM atau Wartawan dalam bertugas dan terus waspada dalam melaksanakan tugas sebagai kontrol sosial, jangan sampai karena adanya iming-iming langsung ada pertemuan yang ujung-ujungnya terjadi seperti sahabat kita yang hampir terjaring OTT,” ujarnya. (Red/Tim)