Ia pun mendorong anggota IWO Indonesia aktif melakukan pengawasan dan pemberitaan secara profesional demi kepentingan publik.
Dalam naskah renungan yang dibacakan pada gelaran HUT IWO Indonesia yang bertepatan dengan Hari Pers Nasional 2026 itu, ditegaskan bahwa pers tidak sekadar mencatat peristiwa, melainkan menjaga ingatan kolektif bangsa.
Di tengah derasnya arus informasi digital, jurnalis diingatkan untuk tidak mengorbankan akurasi demi kecepatan serta tidak menukar integritas dengan popularitas.
Delapan tahun perjalanan IWO Indonesia disebut bukan semata perayaan usia, melainkan momentum memperkuat tanggung jawab moral jurnalis online agar lebih profesional, beretika, dan berpihak pada kepentingan publik.
“Selamat Hari Pers Nasional dan HUT IWO INDONESIA Ke 8 Tahun 2026, IWO INDONESIA Jurnalis Terpercaya Mengukuhkan Pers Online Berintegritas, Membangun Ekonomi Kuat dan Menjaga Kedaulatan Bangsa,” tegasnya dengan gegap gempita.
Sementara itu, Ketua IWO Indonesia DPD Karawang, Syuhada Wisastra, Amd., CHRM. sebagai tuan rumah acara menegaskan bahwa HPN dan HUT ke-8 harus menjadi titik penguatan soliditas organisasi.
“Jurnalis IWO Indonesia harus menjadi garda terdepan dalam menjaga kebenaran. Delapan tahun IWO Indonesia berdiri di negeri ini, dan tiga tahun berkembang di Karawang. Jangan pernah lelah belajar, jangan takut bersuara, dan jangan tergoda meninggalkan integritas demi kepentingan sesaat,” ujar Syuhada.
Dari Rengas Dengklok, insan pers diingatkan kembali bahwa kebebasan pers harus selalu diiringi tanggung jawab. Menulis dengan akal sehat, bekerja dengan hati nurani, serta menjaga marwah profesi menjadi fondasi demokrasi yang sehat, tandasnya. (IWO Indonesia)























