Kontroversi Lomba Bidar Melawan Arah Arus Di Kayuagung Sukses 

Tim Bidar Lubuk Dalam Kecamatan Kayuagung Mendominasi Pertandingan Hingga Juara Satu

Halokantinews.com.OKI – Setelah melalui babak penyisihan, perdelapan final, semifinal dan final Lomba Perahu Bidar Tradisional Antar Kelurahan dan Desa dalam Kecamatan Kayuagung dalam rangka rangkaian HUT Republik Indonesia Ke-80 Tahun 2025 di Sungai Komering Kayuagung selama 2 (dua) hari (Selasa-Rabu/19-20/8/2025). Akhirnya Tim Bidar Desa Lubuk Dalam berhasil menyabet juara pertama setelah meninggalkan Tim Bidar Desa Tanjung Menang diposisi kedua, Sementara Tim Kelurahan Jua-jua yang memperebutkan posisi ketiga setelah mengungguli Tim Bidar Desa Tanjung Lubuk Kecamatan Kayuagung.

Meskipun Lomba Bidar Tradisional tahun ini membuat Kontroversi bagi peserta Bidar maupun masyarakat sekitarnya, karena Start awal dari Kelurahan Jua-jua dan Finish di Kelurahan Sukadana diubah Panitia tanpa Kesepakatan tertulis karena juga Bidar kali ini dengan “Melawan Arah Arus Sungai Komering Kayuagung”, dan pada Perdelapan final, semifinal serta pada Final Start kembali berubah dari Kelurahan Paku dan Finish di Kelurahan Jua-jua (Setengah Perjalanan dari start dan finish awal). Namun Bidar kali ini juga terasa Istimewa karena Bupati Ogan Komering Ilir (OKI) Muchendi Mahzareki turun langsung ke sungai dengan perahu untuk melepas peserta partai puncak pemandangan yang jarang terjadi dalam gelaran serupa sebelumnya. “Bidar tradisional ini adalah kebanggaan masyarakat OKI.

Selain itu ketika event seperti ini, perputaran ekonomi tampak terlihat. Antusiasme warga menjadi bukti budaya ini harus terus dilestarikan,” ujarnya.

Meski sebelumnya Lomba Bidar Melawan Arah Arus tersebut sempat Kontroversi. Lomba yang berlangsung dua hari, 19-20 Agustus, mempertemukan 25 regu dari 14 desa dan 11 kelurahan di Kecamatan Kayuagung berlangsung Sukses dilaksanakan.

Dari penyisihan hingga final, tepian Sungai Komering tak pernah sepi penonton. Warga berjubel memberi dukungan bagi tim kebanggaan desa masing-masing.

Baca Juga :  Calon Jemaah Haji OKI Diberangkatkan Ke Tanah Suci Mekkah

Bupati OKI Muchendi Mahzareki pada event tersebut mengatakan suksesnya sebuah acara bukan hanya diukur dari penyelenggaraan, tetapi juga dari dampak ekonomi yang ditimbulkan.

“Ketika ada event seperti ini, perputaran uang terasa. UMKM dan pedagang kecil merasakan lonjakan transaksi,” ujarnya.

Situasi ekonomi seperti pada event lomba bidar tak hanya menjadi tradisi di Kayuagung, tetapi juga dikenal luas hingga ke seluruh Sumatera Selatan.