Ratusan Warga Kecamatan Pampangan Deklarasikan Menangkan Paslon 1 JADI Bupati OKI

“Kami tidak sekadar kampanye. Kami meyakinkan masyarakat dengan pendekatan yang nyata, bahwa pasangan JADI adalah pilihan terbaik. Misi dan program kerja prioritas jelas, visi bisa dilihat, bukan hanya kata-kata kosong,” ujarnya dengan penuh semangat.

Dukungan penuh juga datang dari Ketua Tim Pemenangan Kabupaten OKI, Juni Alpansuri. Ia menegaskan bahwa strategi tim pemenangan JADI harus fokus pada meyakinkan masyarakat lewat pendekatan yang personal dan langsung. “Kita harus memastikan setiap orang di sekitar kita—keluarga, teman, tetangga, bahwa JADI merupakan pasangan yang paling siap memimpin OKI,” terang Juni, yang juga politisi senior Partai Hanura.

Lebih jauh, Juni menilai Pilkada kali ini adalah momentum bersejarah bagi OKI. Ini adalah kali pertama dua tokoh dari wilayah Pantai Timur dan Lintas Timur bersatu dalam satu pasangan calon. Keduanya menyatukan visi yang sama: membangun OKI secara menyeluruh, tanpa sekat wilayah.

Juni juga menekankan bahwa rekam jejak pasangan JADI tidak bisa diremehkan. Shodiq memiliki pengalaman panjang di birokrasi, mulai dari kepala desa, anggota DPRD, hingga wakil bupati. Sementara Abdi Yanto dikenal sebagai politisi yang sudah lima kali berturut-turut terpilih sebagai anggota dewan, menunjukkan bahwa ia memiliki kapasitas yang luar biasa dalam bidang legislatif.

“Ini bukan soal pencitraan atau popularitas semata. Shodiq dan Abdi Yanto adalah kombinasi yang luar biasa. Mereka saling melengkapi, satu dengan pengalaman birokrasi, satu lagi dengan pengalaman legislatif. Mereka bukan orang baru di politik. Hal ini yang membedakan dari pasangan JADI,” ujarnya.

Calon Wakil Bupati, Abdi Yanto menegaskan bahwa pengukuhan Tim Pemenangan Kecamatan dan Tim relawan ini adalah langkah awal menuju perjuangan bersama yang harus sampai ke akar rumput.

Baca Juga :  Tiga Puskesmas Di Kabupaten OKI Mendapat Predikat Paripurna Dari Kementerian Kesehatan

Ia menekankan pentingnya menjaga integritas dan menjalankan politik yang santun. Abdi juga mengingatkan bahwa tim relawan harus fokus pada penyampaian visi, misi, serta 18 program prioritas JADI kepada masyarakat.

“Kita harus meyakinkan masyarakat bahwa kami siap bekerja. Salah satu komitmen paslon JADI adalah memastikan seluruh jalan poros dan jembatan di Kabupaten OKI dalam kondisi baik pada 2027. Ini bukan janji kosong. Jika dalam dua tahun anggaran kami gagal mewujudkan ini, kami siap dievaluasi, termasuk mempertimbangkan mundur dari jabatan,” tegasnya.

Abdi menegaskan bahwa pasangan JADI bukanlah tipe pemimpin yang hanya bisa mengumbar janji. Di tengah derasnya arus informasi saat ini, ia sekedar mengingatkan masyarakat untuk lebih selektif dan kritis terhadap calon yang hanya berbicara tanpa bukti.

“Sudah tidak zamannya pemimpin hanya mengumbar janji manis. Kami hadir dengan program yang terukur, dengan tenggat waktu yang jelas. Kalau kami gagal, kami siap dievaluasi. Masyarakat Pantai Timur harus jeli memilih, jangan terbuai oleh janji-janji yang tidak jelas,” pungkasnya (RIL/MC)