Safari Politik Pasangan JADI Merajut Harapan Baru Masyarakat Ogan Komering Ilir

Menurut pandangan Comrie, sosok HM Dja’far Shodiq yang Religius, Sederhana dan Merakyat dengan tidak membedakan disebutnya berpikiran rasional yang tidak membedakan Suku, Agama, dan Ras,
“Berbagai pertimbangan dengan melihat visi dan misi serta program JADI. Kami yakin kedua pemimpin ini akan bekerja dengan amanah. Sudah tepat kalau kita bersama memilih pasangan JADI,” ucapnya bersemangat.

Sementara itu, HM Dja’far Shodiq menyampaikan refleksi mendalam tentang perjalanan hidup dan kariernya. Ia berbicara dengan penuh kerendahan hati tentang bagaimana berbagai pengalaman, mulai dari menjadi tukang ojek hingga pernah menjabat bupati, dimana menurut dia, telah mengajarka banyak hal tentang kehidupan dan pelayanan masyarakat.

“Pengalaman itu adalah guru terbaik, bukan hanya bagi saya pribadi, tapi juga dalam memahami kebutuhan dan keluhan masyarakat. Dengan latar belakang ini, saya tahu betul apa yang dibutuhkan masyarakat Ogan Komering Ilir untuk mencapai perubahan yang lebih baik,” jelas Shodiq.

Menurutnya, pengabdian adalah panggilan yang harus dijawab dengan kerja nyata. “Kami berdua berkomitmen untuk membawa perubahan yang nyata, bukan hanya janji, tetapi tindakan konkret bagi masyarakat Kabupaten Ogan Komering Ilir,” tambahnya.

Shodiq menegaskan bahwa kebijakan yang akan mereka ambil sebagai bupati dan wakil bupati nantinya selalu akan berpihak pada kepentingan rakyat banyak, terutama dalam bidang infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan. “Kami ingin membuat jalan lebih baik, fasilitas kesehatan lebih mudah diakses, dan pendidikan yang berkualitas untuk anak-anak kita. Ini adalah prioritas utama kami,” tegasnya.

Seolah menjawab takdir dengan keyakinan, Shodiq juga mengaitkan perjalanan politiknya dengan meyakinkan takdir telah mengarahkan langkahnya menuju kepemimpinan ini.

Diungkapkan Shodiq, pada periode sebelumnya, ia berpasangan dengan Iskandar dan dikenal dengan sebutan ISO (Iskandar-Shodiq), yang dalam bahasa Jawa berarti “bisa”. Kini, bersama Abdi Yanto, mereka dikenal dengan sebutan JADI, yang berarti terwujud atau menjadi kenyataan.

Baca Juga :  MKKS SMP Kabupaten OKI Adakan Musyawarah, Ini Pesan Plh Kadin Pendidikan OKI

“Dalam bahasa Jawa, ISO berarti bisa. Dan sekarang, kami berpasangan dengan Abdi Yanto dengan sebutan JADI. Jadi, bisa disimpulkan: ISO JADI Bupati. Ini adalah isyarat kuat bahwa kami berdua adalah pilihan yang tepat untuk membawa perubahan,” kata Shodiq setengah berkelakar, namun penuh keyakinan.

Ia berharap para pendukung pasangan ISO di masa lalu dapat melihat keberlanjutan perjuangan ini dan beralih mendukung pasangan JADI. “Mari kita satukan kekuatan. Pendukung ISO, mari kita rangkai ISO JADI. Mudah-mudahan, dengan izin Allah dan dukungan masyarakat, kami dapat menjadi pemimpin yang membawa kemajuan bagi kabupaten ini,” ajaknya.

Di penghujung, Shodiq juga mengingatkan kepada tim pemenangan dan relawan untuk menyampaikan ke khalayak umum agar tidak mudah memberikan dokumen kependudukan baik berupa Kartu Tanda Pengenal maupun Kartu Keluarga dan sejenisnya. Ia mengaku khawatir, pendataan seperti itu akan disalahgunakan, terutama digunakan sebagai bukti dukungan dengan imbalan sejumlah uang,

“Masyarakat diberikan edukasi jangan terpengaruh dengan iming-iming sejumlah uang. Apalagi sampai menyerahkan KTP atau Kartu Keluarga. Hal ini beresiko disalahgunakan. Terlebih di masa pilkada seperti sekarang,” tandasnya. (Mdc/All)